Tujuh Sajak Pilihan
Pulo Lasman Simanjuntak
BERGUMUL DENGAN MATAHARI PAGI
bergumul dengan matahari pagi-
hari ini
seperti aku tak lagi mendengar
penjual lapak menawarkan daun-daun hijau
nyaris rontok menimpa pohon-pohon terlantar kekeringan
lalu sajakku bersetubuh dengan aspal jalan hitam
yang masuk kompleks permukiman
diam
batu-batu bisu berterbangan
orang-orang gerak badan
dalam gua kelahiran
nyaris berkelahi dalam keterasingan
Jakarta, Oktober 2024
KASUS
hujan deras dimuntahkan
di atas payudaramu
kini bersekutu
dengan suara
ibadah subuh
belati ditikam bertubi-tubi
di kedua kelopak mataku
tiang bumi
nyaris lumpuh
seekor anjing liar terperosok
di rusuk ranjang
Jakarta, Oktober 2024
NEGERI KHATULISTIWA DALAM PUISI
kami datang, kawan
membawa sebungkus dendam
menyusuri pasir
dan injakan karang tegar
sunyiku kali ini
tak mendaki garis-garis imajinasi
sejak dalam perjalanan tadi
sahabatku bercerita;
rakyat sudah menyedot minyak bumi
utang negara bertumpuk di kolong meja
dikorupsi
pergolakan berdarah sampai musibah tak terkira
bencana tetap merajarela
pesawat menabrak
tubuh laut tak lagi biru
kapal selam turun ke dasar
dunia orang mati
dua puluh tahun kemudian
kita akan krisis pangan
di negeri khatulistiwa
tanpa kutub utara dan kutub selatan
tanpa belahan bumi garis lintang
dua sahabat karib tetap menyodorkan
wajahnya untuk dilukis di muka
wajah laut
di atas meja bundar
gelas demi gelas
dihidangkan hiruk pikuk
suara ombak laut selat
dingin
mengerikan
maka kami harus hidup
dengan roh rendah hati
Anyer, Serang, April 2021
PERTEMPURAN HARI TERAKHIR
lewat matahari yang berputar dalam imaji-imaji liar
hari raya yang nyaris kelaparan dalam kesunyian abadi
tanpa tangisan bayi
binatang haram pun jadi santapan rohani
di mezbah batu warna biru
penuh amarah
tanpa dendammu berterbangan
di atas meja makan ini
tegur sapa jadi rajin menolak
sebungkus nyanyian mengerikan
dibuangnya di atas meja kasir
persis berhadapan dengan sekolah
layar lebar dan sulit tidur
di ranjang kematian
lalu kutulis puisi yang paling mengeras
sekeras hatimu perempuan berwajah katarak
doyan mengunyah tumbuhan hijau
rahimnya telah terluka masa lalu
berakar kepahitan dan penyakit kambuhan
dari pulau seberang lautan
Jakarta, Mei 2022
KELAPARAN AKUT JADI PUISI
kelaparan akut akan kujadikan puisi
pagi hari menembus cuaca mati
bersama jantung matahari
di negeri tanpa kaki
dimulai dari upacara air tanah ini
diselesaikan dengan sebungkus nasi basi
kelaparan akut akan kujadikan puisi
bersiap untuk menghitung pecahan
mata uang rupiah dikalikan
bertubi-tubi
telah engkau katakan berulangkali
dengan tubuh radikal seperti air kali
yang mengalir lewat mata bank tipuan ini
maka kelaparan akut
telah mengalir deras
dalam payudara puisi
yang diretas
terjadi lagi
Jakarta , Minggu 14 Agustus 2022
SIHIR
apabila bangsa ibrani di padang pasir
telah masuk dalam tubuh puisi
engkau menjelma jadi jerami
kurus kering seperti besi tirani
sementara anak-anak kita
harus dipersembahkan kepada dayang-dayang yang mengerang
tak peduli cawan lebur menyerang
amarah selalu dengan mantera
bilakah merubah kehidupan
tandus jadi senyum ceria
sukacita bertemu kawan seirama
Jakarta, Sabtu 24 September 2022
PETIKAN GITAR TERAKHIR
semoga peristiwa otak dibanting
berulangkali pada malam pucat ini
bukan petikan gitar akustik terakhir
sebelum alat musik bergetar ini
terbang tinggi seperti anak burung rajawali
sampai menghilang menembus cakrawala hitam
perih-pedih sekali
rajin membuntingi tubuh yang gelisah
berat mengangkat gelas lebur tiga bulan
apalagi harta yang harus dijual ?
tanya penyair bermata berlian
bernasib miskin
dengan persembahan burung tekukur
seperti juru kabar batu
karang tegar
Jakarta, Minggu malam 25 September 2022
Biodata :
Pulo Lasman Simanjuntak, dilahirkan di Surabaya 20 Juni 1961. Ratusan karya puisinya telah diterbitkan dalam 7 buku antologi puisi tunggal, dan 35 buku antologi puisi bersama para penyair di seluruh Indonesia.Karya puisinya juga telah dipublikasikan ke mancanegara seperti Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Republik Demokratik Timor Leste, Bangladesh, dan India.Sering diundang membaca puisi di Pusat Kesenian Jakarta (PKJ) Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta.
Bekerja sebagai wartawan dan bermukim di Pamulang, Kota Tangerang Selatan.
Kontak : 08561827332 (WA)
Medsos :
Facebook : Bro
Instagram : Lasman Simanjuntak
Tik Tok : Lasman Simanjuntak
Youtube : Lasman TV

Tidak ada komentar:
Posting Komentar