MUTIARA TETAPLAH MUTIARA WALAPUN TERTUTUP DEBU
Hadani Had
Meneroka senyumnya merasa berhadap dengan buyutnya
Menyatu dalam dzat bersumber dari nur insanul Kamil
Mahabbah, mencinta menyerbu menyeruak dari qalbu yang fana
Dengan tingkahan terbang, beserta gong kemenangan
Bahar-bahar Kamil, indah dan sempurna menyeringai disuruh
Melihat senyumnya, berasa bertemu kakeknya
Al-Habib, Bahrul Fahhamah bin Hafizh
Menyeru dalam do'a, bersatu dalam dzikir
Menetes air mata, menggebu dalam cinta
Mereguk nikmatnya penyatuan pada dzat yang mulia
Tuhan yang merajai semua yang bersumber darinya
Kami sudah menunggu se abad
Mujaddid, pemikir ulung dengan samahah
Toleransi yang dalam terhadap semuanya
Kau, kami serbu dengan ribuan rindu
Kau, kami serang dengan berbagai orang
Kau, ya Habibi cucu syekh Abu Bakar bin Salim
Terimalah cinta hina ini
Denganmu kami bersatu
Saat kau mengumpuli kami di Kalimantan
Ditengah-tengahnya kami merindumu
Merindu datukmu
Kami menyematkan namamu di paling dalam hati ini
Terimakasih: sudah menjenguk kami Disini
Sampaikan salam kami pada datumu Sallallahu Alaihi Wa Salam
Harris Hotels, 29 September 2023
Hadani Had, seorang guru yang bercita-cita menjadi guru yang baik. Semoga murid-muridnya juga baik. Senang dengan teater dari 2008 sampai sekarang menjadi ketua Dewan Kesenian Tanah Laut 2021-2026. Murid terbaik berinisial Z. Semoga dia selalu mengingat apa yang selama ini jadi perjuangan. Salam dan bahagia.
No Hp/WA : 085248861020
Alamat : Jln. A. Yani RT.015 RW.002 Ds. Benua Raya Kec. Bati-Bati Kab. Tanah Laut Kalimantan Selatan 70852
Puisi ini ada pada antologi Puisi ASKS 2024 di HST

1 komentar:
Luar biasa
Posting Komentar