untuk lelaki yang hampir menjadi NABI
oleh Andi Sahludin pada 13 Desember 2011 pukul 7:10
aku takjub kau sanggup
(katanya ikhlas , bahkan kau doakan musuh musuhmu aman dalam perjalanannya menuju sorga)
katanya , kata angin kata suara dari gelombang elektro magnetic
aku mematung aku beku
kau mampu
(bahkan melebihi diriku menggumuli maaf memaafkan)
katanya , katamu tentu
aku meleleh aku tertatih
(ketika proyektor tenaga nuklirku bocor hingga tanah sawah rumputmu yang luas menjadi hangus ,Kontaminasinya menciptakan pemandangan baru, (jujur) menurut survey jauh lebih indah dari yang terdahulu,
kehendak ALLAH di atas segalanya
aku malu aku pilu
(menyaksikan kau menelanjangi diri sendiri, merusak tatanan sakinah mawadah)
kapan kau dewasa ?
aku bingung aku bingung
(melihat kau selalu berkata "apa salahku ? apa salahku ? apa salahku?)
mudah mudahan tak banyak jawaban dari pertanyaan itu , setidaknya tak lebih dari sepuluh
aku melayang aku muntah
(merasakan banyak kepalsuanmu , percayalah ... ! )
aku tak mengerti aku BLANK !!!
tobat dan ridhamu menjelma neraka dunia , membakar dia !!
(memaafkan dengan sikap hancur hancuran adalah ketololan yang menjadi kepahitan bagi orang yang pada kepolossanyalah telah kau gantungkan hidup)
aku kasihan , benar benar kasihan
(bukan kepadamu, melainkan kepadanya yang kau seret hidupnya ke padang pengungsian bernama KAMI )
jadilah diri sendiri, itu bagus buat kekuatan, buruk adalah murni - baik adalah sejati
aku terpesona aku ternganga
bahkan senyumkupun masih berarti bagimu
ah ...
lelaki yang hampir menjadi nabi
bagi mereka topengmu adalah baja
bagiku adalah bangkai bangkai
yang hanya kita berdua yang mampu memcium busuknya
hmm ...
lelaki yag hampir menjadi nabi
berhentilah menjadi manusia seandainya kau bisa
agar lupa tak pernah singgah kejiwa jiwa kita
agar kau menjadi suci tanpa dosa
agar kau aman dari dansa dansa rahasia
ah ...
lelaki yang hampir menjadi nabi
hampir,
hampir saja
untunglah para nabi tak pernah berpura pura
(Telah kukenyangkan kau dengan penyesalanku, maaf bila kau tak merasa cukup, sebab kau bukan orang hebat yang bisa membuatku hangus terpanggang kedukaan, belilah cermin dan tataplah , siapa kau siapa aku,Kehendak ALLAH di atas segalanya, .... lindungi dia yang terpaksa ....ya Rabb ...)
aku masih seorang berkekuatan PETIR !!
PUISIKU UNTUKMU
Andi Sahludin
Hati, siapa yang bisa menebak?
Perasaan, cinta, amarah
Tumpang tindih
Kasih sayang
tanpa batas
kau
aku
kita
(Musim dingin melanda kita, aku tak akan kemana-mana, sebab kau kucinta)
biar kita semua senang, merdeka !!
mulai
baca
baca saja
bacalah
cukup dalam hati
siap
lanjut
bergerak kekiri
memutar
loncat
berdiri
berdiri
berdiri
semua
jumpalitan
CUT !!!
itu wajah atau kayu atau besi atau plastik atau kuningan ?
ini adalah permainan sebenarnya
PRETT !!!
siapa ?
dia ?
jadi ?
ah
kembali
kembali
kembali
takar itu emosi
hitung kembali berapa banyak air liurmu yang terbuang melalui akting murahan seperti itu.
apa ?
kenapa?
untuk apa harus repot berpikir mengenai respon monyet monyet !
disini, saya pemimpinmu.
tak perduli berapa banyak kau makan buku buku tentang pura pura
tak perduli siapa saja gurumu.
tak perduli dari gerombolan mana asalmu.
ah
mari kita kembali.
bukankah kau tertarik dengan sesuatu yang benar benar hidup ?
ikuti aku.
siap
go !!
untukmu pasti, bila memang begitu jalannya.
Andi Sahludin
23 September 2011 jam 15:36
kau hadir mendekat
namun selalu saja
jarak menjauhkanku
untuk menciummu
kau jauh
kulemparkan senyum
untuk kau kunyah
dan gigit pelan pelan.
kita
dia
aku
mereka
hanya akan menduga dan menduga dan menduga dan menduga
bila besok
kita
berdua
terbangun di satu ranjang yang sama
ahh
kujamin
kalimat pertama
yang ku ucapkan saat itu
adalah
"AKU CINTA PADAMU"
lalu
kutambahkan lagi
senyum terbaikku,
untukmu
sebagai bonus
Kemudian
kuhidangkan bibirku untuk sarapan pagimu
(eeeeeiiitt ... boleh izin untuk sikat gigi, 1 menit ?)
dan
Lagi ...
(Kehendak ALLAH di atas segalanya)
sejenak berhenti untukmu, memandangmu. ( haaaahhaaaaey )
Andi Sahludin
12 September 2011 jam 1:23
mencoba memandangimu
mengingat satu demi satu semua tentangmu
lagi
sejenak
limbung di hantam senyummu
meski sekejap, sesaat
waw"
selamanya
menyukai semua tentangmu
berpakaian atau telanjang
sama saja,
sebenarnya
Hmmm ...
ah
terhalang dinding kita terhalang memang
andai
waktu
mundur
barang sejengkal
dinding itu mesti menjadi kelambu

Tidak ada komentar:
Posting Komentar