Senin, 02 Desember 2024

PUISI : DARI JENDELA KECIL ITU




DARI JENDELA KECIL ITU
Hadani Had

Dari jendela kecil itu terlihat angin badai menempuh awan
Berarak meniti sehelai embun nirwana
Kosmopolitan menerobos masuk melalui pintu belakang
Merekam perjalanan murahan melalui senja di ufuk timur
Dari jendela kecil angin berhembus deras
Sederas ucapanmu melalui corong derita
Yang menyapa petani kata
Dengan alunan melodi derita

Deri jendela kecil itu, hamparan hijau luas menimbun
Menjadi buliran-buliran kuning
Sekuning padi
Sekuning tahi
Sekuning gigimu yang jarang kau sikat
Jangan kau suarakan hatimu dengan mulut
Karena baunya sangat menusuk
Kau, keseringan bicara dihadapan politisi negeri abra kadabra
Ting jadi, dengan sulap murahan elitmu

Dari jendela kecil itu, rempang sekarang mulai tergilas
Roda-roda nurani mulai terasah
Otak udang mulai cerdas
Katak dalam tempurung sudah lepas
Kemana harus mencari cinderela yang kehilangan sepatunya
Cukup jangan teruskan lagi
Rempang sedang berduka, sedang merayu, sedang menukik
Sedang apakah kau pak ketika petani itu tak lagi mendapatkan padi
hanya kuning janji manismu
Kata ibumu kau tak begini

Dari jendela itu
Terlihat luka negeri menganga
Setajam batu nisan
Untuk kuburan pertiwi
Yang kau lukai
Dengan matamu
Sendiri :
Yang itu

Bati-Bati 29 September 2023

Tidak ada komentar:

ADIBINTANG

SYAIR : HIDUP NYAMAN BARARAKATAN

SYAIR : HIDUP NYAMAN BARARAKATAN Hadani Had Biar haja kita ngini babida-bida Suku, agama wan bahasa babida Tagal kita harus rukun nang ada K...

POPULER