B E R H E N T I
Hadani Had
Derap langkah kaki telah diayunkan
Berdentang bagai suara jam
Yang sangat munafik
Menenteng rindu
Menerjang kerasnya hati
Nelangsa jemari bergulir
Berjalan beraturan perlahan
Menggoreskan tinta kelam
Berwarna emas kecoklat-coklatan
Entah apa yang kau maksud
Tuhankah???
Ataukah hanya imajinasi liarmu
Yang kau sembah dengan air liur basimu
Yang kau agungkan dengan kencingmu
Jangan bersikap munafik
Hanya akan membuat lukamu menganga
Hanya akan merusak wajahmu
Yang sudah menjadi dua
Sekarang,
Lebih baik kau tidur
Dengan mimpi-mimpi kasarmu
Tentang dunia
Keadilan
Menurutmu...
Bati-Bati. 15 4 2019

Tidak ada komentar:
Posting Komentar