NASIB DI UJUNG SANA
Hadani Had
Ku rasakan, malam ini terpanggil
menerawang jauh melewati dimensi waktu
asa ku terbang bebas
menggelantung, bagaikan monolog-monolog
yang mati di dahan pohon kariwaya
Akar rumput pun berdendang
menyanyikan lagu rindu
membuat jelaga hati terbag melayang
hinggap di sisi-sisi kamar
menertawakan Aku
Hanya aku,
Ya...
Memang hanya aku
yang tak menjadi sesiapa
menjadi diriku
yang tak menertawakan nasib di perantauan
karena disini,
aku bahagia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar