Minggu, 22 Desember 2024

NGAJI IHYA #5 ILMU ADALAH NIKMAT

#5 NGAJI IHYA
Ilmu Adalah Nikmat
وقال تعالى ولقد جئناهم بكتاب فصلناه على علم. وقال تعالى فلنقصن عليهم بعلم. وقال عز وجل : بل هو ايات بينات في صدور الذين اوتوا العلم. وقال تعالى خلق الانسان، علمه البيان. واما ذكر ذلك فى معرض الامتنان. 

Allah Ta’ala berfirman: “Sungguh, Kami telah mendatangkan kepada mereka sebuah kitab yang telah Kami jelaskan dengan ilmu.” (QS. Al-A’raf: 52).

Allah juga berfirman: “Maka pasti Kami akan menceritakan kepada mereka (segala amal mereka) dengan ilmu.” (QS. Al-A’raf: 7).

Allah Yang Maha Mulia lagi Maha Agung berfirman: “Bahkan Al-Qur’an itu adalah ayat-ayat yang jelas, yang tersimpan dalam dada orang-orang yang diberi ilmu.” (QS. Al-Ankabut: 49).

Dan Dia berfirman: “Dia menciptakan manusia dan mengajarkannya penjelasan.” (QS. Ar-Rahman: 3-4).

Ayat-ayat ini menunjukkan bahwa ilmu adalah salah satu nikmat besar dari Allah, yang Dia sebutkan dalam konteks pujian dan anugerah. Allah tidak hanya menurunkan kitab dengan ilmu, tetapi juga menanamkan ilmu itu ke dalam hati orang-orang pilihan-Nya, menunjukkan betapa besar rahmat dan karunia-Nya dalam memberikan kemampuan untuk memahami, menjelaskan, dan merenungkan ayat-ayat-Nya.

Ayat-ayat di atas menekankan hubungan antara wahyu, ilmu, dan kemampuan manusia yang dianugerahkan oleh Allah. Berikut adalah penjelasan terkait ayat-ayat tersebut:

1. "Sungguh, Kami telah mendatangkan kepada mereka sebuah kitab yang telah Kami jelaskan dengan ilmu." (QS. Al-A’raf: 52):
Ayat ini menunjukkan bahwa Al-Qur'an adalah kitab yang diturunkan dengan penjelasan yang terperinci berdasarkan ilmu Allah yang sempurna. Ilmu yang dimaksud di sini mencakup seluruh dimensi ilmu, baik yang berkaitan dengan aturan-aturan hidup, moral, maupun ilmu pengetahuan. Ayat ini juga mengisyaratkan bahwa Al-Qur'an adalah sumber utama ilmu yang memandu manusia dalam memahami kebenaran dan menjalani kehidupan sesuai kehendak Allah.

2. "Maka pasti Kami akan menceritakan kepada mereka (segala amal mereka) dengan ilmu." (QS. Al-A’raf: 7):
Ayat ini menegaskan bahwa Allah akan mengungkap dan menghisab segala perbuatan manusia di akhirat berdasarkan ilmu-Nya yang sempurna. Tidak ada sesuatu pun yang luput dari pengetahuan-Nya. Penekanan pada "ilmu" menunjukkan bahwa keadilan Allah didasarkan pada pengetahuan yang mutlak, tanpa celah kesalahan atau kekurangan.

3. "Bahkan Al-Qur'an itu adalah ayat-ayat yang jelas, yang tersimpan dalam dada orang-orang yang diberi ilmu." (QS. Al-Ankabut: 49):
Ayat ini menekankan keistimewaan para pemilik ilmu, yaitu mereka yang mampu menghafal, memahami, dan mengamalkan Al-Qur'an. Al-Qur'an menjadi cahaya dalam hati mereka yang terpilih untuk diberi ilmu, menunjukkan bahwa ilmu sejati berasal dari pemahaman mendalam terhadap wahyu Allah. Penegasan bahwa ayat-ayat ini "tersimpan dalam dada" mengisyaratkan pentingnya penginternalisasian nilai-nilai wahyu dalam kehidupan sehari-hari.

4. "Dia menciptakan manusia dan mengajarkannya penjelasan." (QS. Ar-Rahman: 3-4):
Ayat ini mengungkap salah satu keistimewaan manusia yang membedakannya dari makhluk lain, yaitu kemampuan untuk berkomunikasi, menjelaskan, dan memahami. Kemampuan ini adalah manifestasi dari karunia ilmu yang Allah anugerahkan kepada manusia. Dalam konteks ini, Allah menyebutkan nikmat-Nya sebagai bentuk pujian dan anugerah, menegaskan bahwa kemampuan manusia dalam berbicara, memahami, dan menjelaskan adalah bagian dari tanda kekuasaan-Nya.

Penyebutan nikmat dalam konteks pujian (مقام الامتنان):"
Dalam hal ini, ilmu disinggung sebagai salah satu nikmat terbesar Allah yang patut disyukuri. Penekanan pada ilmu dalam wahyu menunjukkan bahwa ilmu adalah dasar bagi manusia untuk menjalani kehidupan yang penuh berkah, memahami tujuan hidup, dan mendekatkan diri kepada Allah.

Secara keseluruhan, ayat-ayat ini menunjukkan betapa pentingnya ilmu dalam Islam. Ilmu adalah alat untuk memahami wahyu, menjelaskan kebenaran, dan memelihara keadilan. Allah tidak hanya memberikan wahyu dalam bentuk kitab, tetapi juga menanamkan kemampuan dalam diri manusia untuk memahami dan menjelaskannya. Hal ini memperkuat posisi ilmu sebagai salah satu pilar utama dalam ajaran Islam.

Tidak ada komentar:

ADIBINTANG

SYAIR : HIDUP NYAMAN BARARAKATAN

SYAIR : HIDUP NYAMAN BARARAKATAN Hadani Had Biar haja kita ngini babida-bida Suku, agama wan bahasa babida Tagal kita harus rukun nang ada K...

POPULER