Sabtu, 07 Desember 2024

PUISI: Yang Mati, Yang Lahir Kemudian Tiada



Yang Mati, Yang Lahir Kemudian Tiada
Hadani Had
 
Dalam perjalanan ini, menanti kepastian
Apa yang ku cari, kuharap tak kunjung tiba,
bak sebuah daun kering yang teranag kesana kemari
jatuh, kering, kuning, gugur dan melayang mencari tempat persinggahan
dan akhirnya busuk dimakan panas, hujan dan lembab.
 
keselarasan hidup membuatku bertahan
melahirkan aroma wangi setelah kepergianku
bunga-bunga semerbak dipagi hari,
tangis bahagia,
kedatangan balita,
memberiakan warna tersendiri bagi duniaku.
walaupun aku hanya seonggok daun busuk yang tak ada harganya
 
aku hanya berharap bisa menjadi pupuk yang menggemukkan bayi-bayi putih itu
mulus, tanpa warna, tinggal aku dia kau dan kami yang memberi warna
warna apa terserah
kuning,
hitam,
biru,
atau kau biarkan putih,
 
Dengan kuatya aku memberiakan ketiadaanku pada mereka
bayi-bayi bersih
akhirnya aku yang tiada
dibawa harumnya nama
nama bayi
bayi yang lucu dan mungil
 
dan akupun tetap tiada
kemudia tiada
dan akhirnya tiada
 
selamanya tiada.
 
TIADA
 
 
H A D A N I  H A D
 
Sekre Arrumi 311011

Tidak ada komentar:

ADIBINTANG

SYAIR : HIDUP NYAMAN BARARAKATAN

SYAIR : HIDUP NYAMAN BARARAKATAN Hadani Had Biar haja kita ngini babida-bida Suku, agama wan bahasa babida Tagal kita harus rukun nang ada K...

POPULER