PUISI INI KU TULIS UNTUK ISTRIKU TERSAYANG
ALANGKAH LIARNYA AURAMU DI NADIKU
Hadani Had
Alangkah indahnya tuhan menciptakanmu ketika persandingan malam pengantin entah berapa purnama kau terlahir di dunia menjadi rupa bianglala di rumah kecilmu serentet pertanyaan menggulung di benak ayah dan kemudian menjadi peluh penuh riang bersorak anakku bungsu telah menebar pesona kepada dunia
Semenjak kelahiran perempuan indah berpeluh ibu menghunjamkan darah dari rahimnya keindahan menyeruak dari perutnya seolah bersabda lirih aku sangat berbahagia tak pernah merasa berat agar kau merasa senang dan selalu tersenyum
Nyanyianmu setiap pagi memenuhi ruang dalam selembar daun yang lebih membumi dari segala bumi yang lebih menjelma seperti bidadari malaikat menyentuh pipi manismu sehingga senyum yang kau kulum tetap terasa manis di bibir sungai seberang sana
Apakah yang sering membuatmu menggerutu di pagi buta penuh dengan asap sesak menyusup ke sum-sum dan menyeruak ke dalam daging menjadi manis semanis luka yang kau toreh dalam setiap langkah dan aku pasti selalu tersenyum bukan karena luka namun goresan itu terngiang seperti tangisan bayi kita di tengah malam dan kau kubiarkan nyenyak lelap aku menidurkan si kecil mungil kita
Hingga saat ini aku terus memujamu karena keindahan tuhan yang diciptakan ada padamu bukan wajahmu namun sinar keteduhannya yang kukagumi bukan kulitmu namun tulusnya kau merinduku bukan tubuhmu namun segala bentuk kesempurnaan itu tercetak di mata indah yang selalu menatap dengan riuh segala yang ada padaku
Algoritma yang bagaimana harus ku simpan agar bisa menjadi seberkas cinta yang menghunjam ditusukkan ke dalam sentuhan bidadari membingkai sebingkainwarna dalam lukisan rindu
Liarnya mataku terkadang menjadi duri yang menusuk di daging manismu namun ku selalu memberi maaf karena bukan yang pertama kali ku rasakan hunjaman lidah yang menusuk jauh ke pelupuk nadi
Instingku kelu berhadap dengan tatap matamu yang sendu menghanyutkan ilung di tengah kemarau berdendang layang-layang berarak awan mencipta ritme indah
Dan tahukah kau bidadariku kau selalu menjelma dalam mimpi setiap mimpi setiap ada setiap semua yang berjalan dalam benakku aku mencintaimu
Auramu yang menobos masuk ke kamar-kamar dalam rumah sanubariku bersemayam dalam jauh berirama seirama seperti awal pertama perjumpaan di semua segala hal yang mengingatkan pada awal perjumpaan dan kau bilang : sentuhlah aku di nadi yang paling sensitif
Bati-Bati, 29 Oktober 2023

Tidak ada komentar:
Posting Komentar