Senin, 02 Desember 2024

PUISI : ALANGKAH LIARNYA AURAMU DI NADIKU

PUISI INI KU TULIS UNTUK ISTRIKU TERSAYANG



ALANGKAH LIARNYA AURAMU DI NADIKU

Hadani Had


Alangkah indahnya tuhan menciptakanmu ketika persandingan malam pengantin entah berapa purnama kau terlahir di dunia menjadi rupa bianglala di rumah kecilmu serentet pertanyaan menggulung di benak ayah dan kemudian menjadi peluh penuh riang bersorak anakku bungsu telah menebar pesona kepada dunia


Semenjak kelahiran perempuan indah berpeluh ibu menghunjamkan darah dari rahimnya keindahan menyeruak dari perutnya seolah bersabda lirih aku sangat berbahagia tak pernah merasa berat agar kau merasa senang dan selalu tersenyum


Nyanyianmu setiap pagi memenuhi ruang dalam selembar daun yang lebih membumi dari segala bumi yang lebih menjelma seperti bidadari malaikat menyentuh pipi manismu sehingga senyum yang kau kulum tetap terasa manis di bibir sungai seberang sana


Apakah yang sering membuatmu menggerutu di pagi buta penuh dengan asap sesak menyusup ke sum-sum dan menyeruak ke dalam daging menjadi manis semanis luka yang kau toreh dalam setiap langkah dan aku pasti selalu tersenyum bukan karena luka namun goresan itu terngiang seperti tangisan bayi kita di tengah malam dan kau kubiarkan nyenyak lelap aku menidurkan si kecil mungil kita


Hingga saat ini aku terus memujamu karena keindahan tuhan yang diciptakan ada padamu bukan wajahmu namun sinar keteduhannya yang kukagumi bukan kulitmu namun tulusnya kau merinduku bukan tubuhmu namun segala bentuk kesempurnaan itu tercetak di mata indah yang selalu menatap dengan riuh segala yang ada padaku


Algoritma yang bagaimana harus ku simpan agar bisa menjadi seberkas cinta yang menghunjam ditusukkan ke dalam sentuhan bidadari membingkai sebingkainwarna dalam lukisan rindu


Liarnya mataku terkadang menjadi duri yang menusuk di daging manismu namun ku selalu memberi maaf karena bukan yang pertama kali ku rasakan hunjaman lidah yang menusuk jauh ke pelupuk nadi


Instingku kelu berhadap dengan tatap matamu yang sendu menghanyutkan ilung di tengah kemarau berdendang layang-layang berarak awan mencipta ritme indah


Dan tahukah kau bidadariku kau selalu menjelma dalam mimpi setiap mimpi setiap ada setiap semua yang berjalan dalam benakku aku mencintaimu


Auramu yang menobos masuk ke kamar-kamar dalam rumah sanubariku bersemayam dalam jauh berirama seirama seperti awal pertama perjumpaan di semua segala hal yang mengingatkan pada awal perjumpaan dan kau bilang : sentuhlah aku di nadi yang paling sensitif 


Bati-Bati, 29 Oktober 2023


Tidak ada komentar:

ADIBINTANG

SYAIR : HIDUP NYAMAN BARARAKATAN

SYAIR : HIDUP NYAMAN BARARAKATAN Hadani Had Biar haja kita ngini babida-bida Suku, agama wan bahasa babida Tagal kita harus rukun nang ada K...

POPULER