Minggu, 22 Desember 2024

NGAJI IHYA #7 KEDUDUKAN ORANGYANG BERILMU

#7 NGAJI IHYA
KEDUDUKAN ORANGYANG BERILMU

وقال صلى الله عليه وسلم : " يستغفر للعالم ما في السموات والأرض وأى منصب يزيد على منصب من تشتغل ملائكة السماء والأرض بالاستغفار له فهو مشغول بنفسه، وهم مشغولون بالاستغفار له وقال صلى الله عليه وسلم : إن الحكمة تزيد الشريف شرفًا، وترفع المملوك حتى يدرك مدارك الملوك وقد نبه بهذا على ثمرته في الدنيا ومعلوم أن الآخرة خير وأبقى. وقال صلى الله عليه وسلم : خصلتان لا يكونان في منافق : حسن سمت، وفقه في الدين ولا تشكن في الحديث لنفاق بعض فقهاء الزمان، فإنه ما أراد به الفقه الذي ظننته، وسيأتي معنى الفقه، وأدنى درجات الفقيه أن يعلم أن الآخرة خير من الدنيا، وهذه المعرفة إذا صدقت وغلبت عليه برئ بها من النفاق والرياء. 

Rasulullah ﷺ bersabda: "Segala yang ada di langit dan di bumi memohon ampunan untuk seorang alim (orang yang berilmu). Adakah kedudukan yang lebih tinggi dari kedudukan seseorang yang para malaikat di langit dan bumi sibuk memohon ampunan untuknya, sedangkan ia sendiri sibuk dengan dirinya?"

Beliau ﷺ juga bersabda: "Hikmah menambah kemuliaan seseorang yang mulia, dan mengangkat derajat seorang budak hingga mencapai kedudukan para raja." Dalam sabda ini, beliau menunjukkan manfaat hikmah di dunia. Namun, diketahui bahwa kehidupan akhirat itu lebih baik dan kekal.

Rasulullah ﷺ juga bersabda: "Ada dua sifat yang tidak akan ditemukan pada seorang munafik: perilaku yang baik dan pemahaman yang mendalam dalam agama." Jangan ragu terhadap hadis ini karena melihat kemunafikan sebagian ahli fikih di zaman ini, sebab yang dimaksud dengan pemahaman mendalam di sini bukan seperti yang kamu bayangkan. Penjelasan tentang makna fikih akan datang kemudian.

Tingkatan paling rendah dari seorang ahli fikih adalah mengetahui bahwa akhirat lebih baik daripada dunia. Pengetahuan ini, jika benar dan mendominasi dirinya, akan membebaskannya dari sifat munafik dan riya.

Dari penjelasan diatas dapatlah dipahami bahwa :
1. Segala yang ada di langit dan di bumi memohon ampunan untuk seorang alim

Maksudnya: Hadis ini menegaskan kedudukan mulia orang yang berilmu (alim). Mereka dihormati tidak hanya di kalangan manusia, tetapi juga oleh makhluk Allah yang lain, baik di langit (seperti para malaikat) maupun di bumi (seperti hewan dan tumbuhan). Permohonan ampunan untuk mereka menunjukkan bahwa keberadaan mereka membawa manfaat besar bagi kehidupan.

Secara mendalam berarti orang yang berilmu tidak hanya sibuk memperbaiki dirinya dengan ilmu, tetapi ilmunya juga berdampak pada orang lain. Sebagai balasannya, para malaikat dan makhluk lainnya mendoakan kebaikan dan ampunan untuk mereka.

2. Hikmah menambah kemuliaan seseorang yang mulia, dan mengangkat derajat seorang budak hingga mencapai kedudukan para raja

Hikmah atau kebijaksanaan membuat seseorang semakin mulia. Orang yang sudah memiliki kedudukan terhormat akan semakin dihormati jika ia memiliki kebijaksanaan.

Hikmah dapat mengangkat derajat seseorang yang dalam posisi rendah secara sosial (seperti seorang budak), hingga ia mampu mencapai derajat yang setara dengan raja dalam hal kehormatan dan pengaruh.

Peslu ditekankan bahwa hikmah di dunia memberi manfaat besar, tetapi ini hanya sebagian kecil dibandingkan manfaat hikmah di akhirat, yang kekal dan jauh lebih utama.

3. Ada dua sifat yang tidak akan ditemukan pada seorang munafik: perilaku yang baik dan pemahaman mendalam dalam agama

Rasulullah ﷺ menegaskan bahwa seorang munafik tidak akan memiliki sifat-sifat tertentu:

Perilaku yang baik ( حسن سمت ): Mengacu pada akhlak mulia, seperti kelembutan hati, kejujuran, dan rasa tanggung jawab.

Pemahaman mendalam dalam agama ( فقه في الدين ): Mengacu pada pemahaman yang benar tentang ajaran agama, termasuk keyakinan bahwa akhirat lebih utama daripada dunia.

Sangat penting untuk diingat jika seseorang benar-benar memahami agama, ia akan terbebas dari sifat munafik, karena pemahaman yang mendalam melahirkan keikhlasan dan amal yang sesuai dengan tuntunan.

4. Tingkatan paling rendah dari seorang ahli fikih adalah mengetahui bahwa akhirat lebih baik daripada dunia

Orang yang benar-benar memahami agama akan memiliki keyakinan yang kuat bahwa kehidupan akhirat jauh lebih berharga daripada dunia.

Implikasi dari keyakinan ini akan mendorong mereka untuk beramal dengan ikhlas dan meninggalkan sifat-sifat buruk seperti riya (pamer) dan nifaq (kemunafikan), karena mereka sadar bahwa segala sesuatu di dunia hanya sementara.

Pengetahuan agama yang benar tidak hanya teori, tetapi harus melahirkan perubahan dalam sikap dan perilaku seseorang.

Secara umum hadis ini menekankan keutamaan ilmu dan hikmah dalam membentuk karakter manusia. Orang berilmu dan bijaksana tidak hanya dihormati oleh manusia, tetapi juga oleh makhluk lainnya. Pengetahuan agama yang mendalam, jika dipahami dengan benar, akan menyelamatkan seseorang dari sifat-sifat buruk seperti riya dan nifaq, serta mempersiapkan mereka untuk kehidupan akhirat yang lebih utama dan kekal.

Wallahu A'lam

Tidak ada komentar:

ADIBINTANG

SYAIR : HIDUP NYAMAN BARARAKATAN

SYAIR : HIDUP NYAMAN BARARAKATAN Hadani Had Biar haja kita ngini babida-bida Suku, agama wan bahasa babida Tagal kita harus rukun nang ada K...

POPULER