Minggu, 22 Desember 2024

NGAJI IHYA #6 KEDUDUKAN ILMU

#6 NGAJI IHYA
Kedudukan Ilmu
واما الاخبار فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم : من يرد الله به خيرا يفقهه فى الدين ويلهمه رشده. وقال صلى الله عليه وسلم العلماء ورثة الانبياء. ومعلوم انه لا رتبة فوق النبوة ولا شرف فوق شرف الوراثة الى هنا لتلك الرتبة.

Adapun dalil dari hadis yang berkaitan dengan keutamaan ilmu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: "Barang siapa yang dikehendaki Allah untuk mendapatkan kebaikan, maka Allah akan memahamkannya dalam agama dan mengilhaminya jalan yang benar."

Beliau juga bersabda: "Para ulama adalah pewaris para nabi."

Telah diketahui bahwa tidak ada kedudukan yang lebih tinggi dari kenabian dan tidak ada kemuliaan yang melebihi kemuliaan mewarisi kedudukan tersebut.

Dari hadits nabi tersebut menekankan keutamaan ilmu agama dan kedudukan mulia para ulama dalam Islam. Maka dapatlah dipahami sebagai berikut :

1. “Barang siapa yang dikehendaki Allah untuk mendapatkan kebaikan, maka Allah akan memahamkannya dalam agama dan mengilhaminya jalan yang benar.”
Hadis ini menunjukkan bahwa pemahaman agama (fiqih) adalah salah satu tanda kebaikan dari Allah. Orang yang memahami agama memiliki kemampuan untuk membedakan antara yang benar dan salah, serta memahami tujuan dari ajaran Islam. Pemahaman ini tidak hanya bersifat intelektual, tetapi juga mencakup kemampuan spiritual dan moral untuk menjalani kehidupan sesuai petunjuk Allah. "Mengilhaminya jalan yang benar" menunjukkan bahwa Allah memberikan bimbingan langsung kepada hati mereka yang dikehendaki-Nya, sehingga mereka mampu mengambil keputusan yang tepat dalam berbagai situasi.

2. “Para ulama adalah pewaris para nabi.”
Hadis ini menggarisbawahi posisi mulia para ulama sebagai penerus misi kenabian. Para nabi tidak meninggalkan warisan berupa harta benda, tetapi berupa ilmu, hikmah, dan ajaran agama. Ulama yang sejati adalah mereka yang menjaga, memahami, dan menyebarkan ilmu tersebut dengan amanah. Kedudukan mereka sebagai pewaris para nabi memberikan tanggung jawab besar untuk menuntun umat manusia kepada kebenaran.

3. “Tidak ada kedudukan yang lebih tinggi dari kenabian dan tidak ada kemuliaan yang melebihi kemuliaan mewarisi kedudukan tersebut.”
Kalimat ini menegaskan bahwa kenabian adalah puncak tertinggi dalam hirarki kehormatan manusia, karena nabi adalah perantara antara Allah dan manusia dalam menyampaikan wahyu. Pewarisan kedudukan kenabian oleh para ulama (dalam bentuk ilmu dan amal) adalah kehormatan yang luar biasa. Namun, meskipun mereka mewarisi tugas ini, ulama tidak menyamai nabi dalam status dan derajat. Hal ini mengingatkan bahwa kedudukan ilmu agama dalam Islam sangat tinggi, dan ulama memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga warisan kenabian dengan amanah.

Dapatlah kita pahami dari hadis-hadis ini menunjukkan bahwa pemahaman agama adalah salah satu karunia Allah yang paling besar, dan ulama memiliki kedudukan yang sangat mulia dalam Islam sebagai penjaga, penerus, dan penyebar ajaran para nabi. Kehormatan ini membawa tanggung jawab besar untuk menjaga kemurnian ilmu, mengamalkannya, dan menyebarkannya kepada umat manusia.

Wallahu A'lam.

Tidak ada komentar:

ADIBINTANG

SYAIR : HIDUP NYAMAN BARARAKATAN

SYAIR : HIDUP NYAMAN BARARAKATAN Hadani Had Biar haja kita ngini babida-bida Suku, agama wan bahasa babida Tagal kita harus rukun nang ada K...

POPULER