PEREMPUAN ITU BERNAMA HUJAN
Hadani Had
Malam itu,
aku masih ingat ketika kau lewat
langit-langit rumahku bergelantungan berbagai macam warna
suram,
pedih,
luka,
perih
dan sunyi
Kaulah wanita yang selalu mendatangi pondokku
yang kuletakkan di tempat sunyi
di tempat yang tidak ada orang pun tahu
di tempat rahasia kita berdua
hanya kau dan aku yang tahu di mana
tempat itu bernama
Qalbu…
Kau tanamkan benih-benih itu
kau gali lubang-lubang supaya mudah menyebar pupuk
dan kau sudahi dengan senyum
Kau,
perempuan bernama hujan
basah,
sembab
namun bagiku
kaulah Rahmat-Nya
(hanya untuk mengenang yang bermuka sembab)
Tanjung, 15 Juli 2020, (pagi , menjelang kau lewat)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar