Jumat, 13 Desember 2024

MONOLOG SI JALANG

SI JALANG
Hadani Had

SEBUAH TEMPAT YANG TERBUAT DARI KAYU, HAMPIR MIRIP SEPERTI KANDANG SAPI. TAMPAKNYA SUDAH BERWARNA USANG KARENA SUDAH TERMAKAN USIA. DI SANA-SINI TAMPAK BERSERAKAN BEKAS-BEKAS MAKANAN, BERHAMBURAN DAN MEMBUAT PEMANDANGAN TERASA BEGITU MENJIJIKKAN. KERTAS-KERTAS TUA YANG SUDAH USANG BERHAMBURAN KESANA-KEMARI, ADA JUGA KERTAS KORAN.
DI SAMPING KANDANG ITU ADA SEBUAH MEJA UNTUK MENARUH MAKANAN, DAN MEJA ITU ADA PISAU BELATI YANG BEGITU SULIT UNTUK DI JANGKAU BILA KITA SEDANG BERADA DI DALAM TEMPAT YANG MIRIP KANDANG TERSEBUT.
DI DALAM BENDA MIRIP KANDANG ITU ADA SEORANG WANITA MUDA YANG TIDAK TERURUS DAN PAKAIANNYA COMPANG-CAMPING SERTA KAKINYA DI PASUNG DENGAN KAYU YANG DI IKAT BEGITU KUAT DENGAN TALI. WALAUPUN IA BERUSAHA MELEPASKANNYA MENGGUNAKAN TANGAN TETAP TIDAK BISA. MALAH HANYA AKAN MEMBUATNYA SAKIT.
TOKOH DALAM CERITA INI SANGAT TRAUMATIK, TERSIKSA DAN SUSAH DI AJAK BICARA. TAPI IA HANYA AKAN CERITA KEPADA BONEKA KESAYANGAN, YANG MENJADI TEMAN IMAJINASINYA.

Pade In :
INTRUDUKSI
TERDENGAR SUARA MUSIK YANG MENYAYAT MENGGAMBARKAN KESEDIHAN DAN KEPEDIHAN SI JALANG. LAMPU KEMUDIAN REMANG-REMANG MENYOROT KE KANDANG YANG DI TEMPATI PEREMPUAN LUSUH ITU, PEREMPUAN ITU BERGERAK-GERAK INGIN MELEPASKAN DIRI DARI PASUNGAN. TAPI, USAHANYA SIA-SIA SEBAB IKATAN ITU TERLALU KUAT BAGI DIRINYA YANG SANGAT LEMAH. DIA BERTERIAK.

Jalang
Tolong… ah… tolong lepaskan saya, apa salah saya sehingga saya dipasung seperti ini kenapa kalian jahat sekali. Hei tolonglah, siapapun yang ada di luar sana. Tolong saya ingin keluar dari tempat terkutuk ini. Ahkhhhkhhhhhh 

JALANG BERTERIAK DAN BERUSAHA MELEPASKAN DIRI DARI PASUNGAN ITU, TAPI SIA-SIA. IA HANYA BISA PASRAH DAN MENANGIS.
SUASANA BERANGSUR-ANGSUR TENANG. SI JALANG KEMUDIAN MENATAP KE ARAH PENONTON. MEMINTA PERHATIAN

Jalang : Bapak, ibu, saudara, dangsanak dan acil-acil yang saya hormati. Demi kemanusiaan, apakah kalian tidak kasihan melihat saya terpasung di sini. Hanya berteman dengan kesunyian, hanya di temani kepedihan, dan selalu di sayat kemelaratan. Ayo… dimana hati kalian, ketika melihat dangsanak kalian yang tanpa dosa ini terpasung dari kebebasan yang selama ini kita banggakan. Saya sendiri tak tahu, apa salah saya. Sehingga saya terdampar di tempat yang menjijikkan seperti ini. Setiap kali saya bertanya kepada mereka… mereka hanya tersenyum manis, seolah tanpa dosa.
JALANG BERPIKIR SEJENAK. SEPERTI MENGINGAT SESUATU YANG SERING IA DAPATI. 
Jalang : kadang saya berpikir, kalau saya tidak bersalah kenapa saya bisa di pasung disini. Nah kalau saya di pasung disini, berarti saya bersalah. Tapi apa salah saya. Ayo beri tahu saya… anda tahu apa salah saya. (Menunjuk kepada salah satu penonton) Anda tahu apa salah saya?... anda tidak tahu. Nah anda saja tidak tahu apa lagi saya. Aneh. Dunia ini memang aneh. Kadang kita tidak tahu dimana salah kita. Kita di tangkap polisi. Sebelum masuk penjara, kita di hajar habis-habisan. Terus setelah masuk sel tahanan, di hajar lagi sama tahanan yang sudah lama di sana. Yah, anggap saja sebagai perkenalan. Cuihhhh….. peraturan tahi kucing. Maling sandal jepit di tangkap di kurung selama 2 tahun penjara. Para koruptor bebas keluar masuk sel, malah mendapatkan AC. Seperti dirumah sendiri, ya mesti lah mereka adem ayem diam disana. Hukum kayaknya bisa di jual belikan di negara kita sekarang ini. Kapan negara kita bisa terlepas dari keterpurukan ini. Tajam kebwah, tumpul kaatas.
SI JALANG, MERASA MALU KARENA SUDAH  NGELANTUR KESANA KEMARI.
Jalang : Penonton, maaf saya sudah ngelantur kesana kemari, sekali lagi maaf yah. Aduhh… tolong dong lepasin ikatan ini, sakit tahu (Dengan tiba-tiba berubah menjadi garang). Saya masih ingat pada hari itu, kakak saya berkata: Dasar jalang, ayo kau kesini, kau tadi kemana aja. Hehhhhhhhh kau ini sudah gila, kau akan mecelakakn orang kalau tidak di pasung. Baiklah mulai hari ini kau akan ku pasung dan ku diamkan di kamar ini saja. (Berpikir sebentar). Enak saja aku di bilang sudah gila, aku berontak, aku mau lari saja dari rumah hari itu. Tapi ternyata kakakku lebih cepat bertindak, di depan pintu sudah ada beberapa orang algojo yang sudah siap menangkapku. Aku terlambat, dan aku lemah akhirnya akau di tangkap dan di pasung di tempat busuk ini.
Jalang : Uy dangsanak semuanya, apakah kalian merasa aku ini gila, (Tertawa Suram) aku ini tidak gila, aku hanya sering mengingat sesuatu yang selalu menghantui pikiranku selama ini. Setiap kali aku ingat kejadian itu, aku pasti menggigil ketakutan dan berteriak: “pergi kau dari sini jangan kau mendekat kepadaku, aku bukan wanita sembarangan, aku ini masih suci, masih perawan. Jangan kau nodai aku dengan mulut busukmu itu. Atau dengan kemaluanmu yang penuh dengan racun neraka itu. Pergi kau… dasar jahanam. Dasar Iblis...
   Setiap kali aku ingat semuanya, air mataku mengucur deras, darahku mendidih. Aku takut.
Jalang :  Tapi, aku tidak dapat menceritakannya kepada kalian, tersebab kalau kuceritakan kalian akan tertawa, dan menganggap aku bodoh. Aku malu... benar-benar malu. Kalian tahu, dengan yang namanya Burhan, ada diantara anda yang bernama burhan, maju kesini, cepat lepaskan saya dari jeratan ini, ayolah Burhan, lepaskan saya, ingatkah kau ketika kita bercinta dulu, ahhhhh, begitu nikmat, begitu menggairahkan, owhhhhh Burhan kesinilah aku sudah tidak tahan lagi aku sudah dipenuhi hasrat.
SI JALANG KELUAR DARI KURUNGAN KAYU ITU DIA MENARI-NARI EROTIS MENGUNDANG GAIRAH SEORANG LELAKI. KEMUDIAN DALAM STYLISASI GERAK DIA MEMPERAGAKAN SEOLAH-OLAH SEDANG BERCINTA DENGAN SEORANG LELAKI DENGAN PENUH NIKMAT, DENGAN PENUH LEZAT.
Jalang : B-U-R-H-A-N... Ya... lelaki itu bernama Burhan, lelaki yang selalu menemaniku menuangkan hasrat, lelaki yang mengajarkan aku arti sebuah cinta, lelaki yang mengajarkan aku kenikmatan, lelaki yang bila dia di ranjang sangat perkasa, lelaki yang membuat hati perempuan bergetar, lelaki yang membuat hati ini merasakan nikmat yang tiada tara. Lelaki yang menghancurkan hidupku, lelaki yang membuat aku gila, lelaki yang menelantarkan aku ditempat busuk ini. Lelaki Bangsat. Lelaki Jahannam (Berteriak dan menangis)
DIA MENANGIS, SEJADI-JADINYA, MENARI DIATAS KEPILUAN, MUSIK-MUSIK CADAS MENGALUN, LAMPU MERAH MENYALA. MENYOROT SI JALANG
Jalang : (Tegang) Ya lelaki jahannam itu, si bangsat itu, ku bunuh iya di ujung malam dengan belatiku. Kutikam dia dengan amarahku. Lelaki yang selama ini ku sayangi, kurelakan seluruhnya untuknya. Ternyata dia telah menghianati cinta suciku, cinta nafsuku, cinta gairahku. Lelaki yang menjadikan aku binatang. Ya.... Burhan adalah ayahku sendiri, lelaki yang selama ini kuhormati, lelaki yang telah membesarkan ku dengan kasih sayang... lelaki yang dalam kesendiriannya menjagaku, lelaki yang mengajarkan aku arti hidup. Lelaki yang mengajarkan kesetiaan, dan hingga dia menemui ajal, dia tidak beristri lagi, karena dia sudah cukup denganku... lelaki yang kurang ajar, lelaki bangsat yang sudah kubunuh dengan belati di ujung malamku. Di sinilah, (keatas meja di samping kandangnya) dimana kami terakhir kali merasakan manisnya madu cinta, disinilah dimana terakhir kali kami meneriakkan kenikmatan. Disinilah dimana kami saling menindih, merintih dan menikmati. Disinilah dia ku bunuh, ku tikam dengan amarahku. (Penuh penyesalan)
DALAM STYLISASI GERAK DIA MEMBUNUH, MENIKAM, MENGUCURKAN DARAH DAN MEMINUMNYA.
LAMPU PADE OUT
SI JALANG BERTERIAK, LAMPU MENYALA, SEOLAH-OLAH DIA DI TANGKAP OLEH ORANG BANYAK, DAN DIPASUNG DIDALAM KERANJANG INI DIA BERTERIAK. SI JALANG SUDAH BERADA DIDALAM KURUNGAN YANG BUSUK ITU...
Jalang : Tolong, jangan masukkan aku kedalam sini, kenapa kalian memasukkan aku kesini, keluarkan aku... dasar binatang, anjing, bungul............. keluarkan aku dari sini, tolong.... bangsat.... Burhan lelaki yang kusayangi, lelaki yang kucintai, lelaki yang membesarkanku, dasar jahannam, dasar laknat, celakalah mereka yang sudah melukai diriku, seorang perempuan.
SI JALANG TERUS BERTERIAK MEMINTA KELUAR. NAMUN IA TAK KUASA... LAMPU SEMAKIN MEREDUP. 
Jalang : untuk para  Lelaki Jahannam, tunggu aku dineraka.....................................
LAMPU PADAM
PADE OUT
PERTUNJUKAN SELESAI
Untuk Yang Belum Bebas Merdeka
Tanjung, 20 Maret 2013.

Tidak ada komentar:

ADIBINTANG

SYAIR : HIDUP NYAMAN BARARAKATAN

SYAIR : HIDUP NYAMAN BARARAKATAN Hadani Had Biar haja kita ngini babida-bida Suku, agama wan bahasa babida Tagal kita harus rukun nang ada K...

POPULER