Kumpulan Puisi Bang Andi Sahludin
tercipta menjadi buntut ( yg selalu di belakang tapi bermuka besi)
oleh Andi Sahludin pada 08 September 2011 jam 17:55
telah kureguk manis madu puja puji
kucapai puncak berkali kali, lagi dan lagi
ku injak piala piala
hinggga rengsek ke rongsokan sampah
dalam batasku
semua terjilat musnah
dalam batasku
tak terhingga KARAMNYA
kau
benalu merupa malaikat
yang mengekor
kapan kiranya kita lelah ?
aku adalah debu nakal yang genit
kau menjelma kotoran nyamuk dari got kota kota palsu
berapa kali sudah kita muntah bersama ?
sampai kapan
kau terus berlari
mengekor
puisi larut untuk bangsat
oleh Andi Sahludin pada 08 September 2011 jam 2:39
bukan masalah berapa banyak kau buat anak
bukan soal seberapa tangguh kau lawan kantuk
bukan sesuatu yang penting jumlah kekasihmu
bukan yang paling utama harta warisan keluarga korupmu
biarkan
biarlah
mari kita kembali berhitung
tentang cinta
tentang rindu
tentu kau tak mau
pergilah
coba saja, kita coba lagi, oke : ) < puisi lebay untuk pertengkaran lebay >
oleh Andi Sahludin pada 26 Agustus 2011 jam 22:50
aku cinta padamu
bukan cinta murahan
tapi cinta yang benar benar
yang benar benar tak murahan.
aku sayang padamu
bukan sayang ciuman
tapi yang tinggi, tinggi sekali
yang puncaknya hanya dapat dicapai para pecinta
seingatmu, berapa kali kah kita capai puncak itu ?
aku sayang padamu
sayang yang benar benar
jadi
itu saja.
dan
jangan dusta
sebab
dustamu tak baik buat cintaku
kehendak ALLAH di atas segalanya
ia memakai trik murahan.
oleh Andi Sahludin pada 16 Agustus 2011 jam 17:08
DIJILATINYA kulit pembungkus kekuasaan itu
sesekali ia hirup pula aroma keringat jagal keji orang kecil,
diciuminya dengan romantis
hmmm, wangi, pikirnya,
rasanya pasti segurih uang
tapi uang dari mana?
uang tips atasan dikantor yang didapatnya dari MENANAI kas kantornya yang MIRIS disana sini.
ah, tak apa , yang penting wangi dan gurih.
lidahnya adalah mesin penghisap bangkai,
terus bergerak,
menyapu tiap bagian pada kulit
air liurnya menguning kusam
membasahi bulu kuduk BOS nya.
LAGI...
ia benamkan ujung lidahnya ke pori pori itu
untuk sekedar mencicipi asinnya keringat orang kaya, orang punya nama.
ah,
LELAKI malang , pemilik lidah yang kehilangan rasa
sejauh mata memandang
sekuat waktu berdetik
sekencang itu ia berjilatan
demi nama dan nama dan nama dan nama.
CITRA bagus, hasil sedekah panutan selingkaran yang memang satu prinsip.
ah,
tak ada yang tak dijilat lidah liciknya.
tak ada
tak bersisa
tak ada
tak ada
tak ada
tapi untunglah,
HATI tak bisa dijilat.
(UNTUK LELAKI YANG MENCOBA MENJILAT LANGIT, )
kehendak ALLAH diatas segalanya,
sirna ... ( cukup sebagai catatan )
oleh Andi Sahludin pada 08 Agustus 2011 jam 21:29
kita adalah kau dan aku
hingga kemarin adalah yang tak terpatahkan
lalu hari ini ,hal itu telah menghilang tanpa jejak
kemana , dimana , siapa yang tahu
tapi kemanakah kita itu ?
masuk kedalam bumi menuju inti panas untuk bunuh diri ?
karam tenggelam menjadi makanan hiu biar tak jadi bangkai ?
ataukah
menguap begitu saja, bergabung ke awan untuk menjadi hujan ?
kita adalah kau dan aku
hingga kemarin adalah rahasia
yang tak akan berubah
yang hanya akan kita kenang sebagai masa lalu
legenda diantara kita
berdua,
kehendak ALLAH di atas segalanya ..
DIBUAI KEPALSUAN (PERMANEN)
oleh Andi Sahludin pada 23 Juli 2011 jam 19:22
ah ...
dalam buta tuli
di tiupi angin imitasi
sejuk memang
tapi berbau busuk
sayang memang
aku tak buta , tak tuli sepertimu
sehingga
terpaksalah ku tatap
siasat dan tipu muslihat itu
berulang ulang
membuat muntah !!
ah,
andai kau bisa melihat,
kujamin senyummu retak.
dan andai mereka, orang orang yang kau sayangi,
mendengar
barangkali mereka murka
lebih dari yang kau sangkakan.
ah,benar katamu.
buta dan tuli itu anugerah
bagimu barangkali.
sebab kau senantiasa di buat berhaha hihi
dan melayang layang di negeri dongeng.
membahagiakan
menggembirakan
bagimu barangkali,
meskipun sebenarnya PALSU
.......maaf, bila aku dan kawan kawan tak sanggup ceritakan negeri kepalsuan tempatmu hidup,
SAMPAI KAPAN ? (... aku takut hingga kiamat tiba)
oleh Andi Sahludin pada 19 Juli 2011 jam 16:41
...........
kutulis , putih
keruh
dusta
hitam
jernih
mendung
bara
atau abu abu
namun selalu saja
tinta merupa senyummu
.............
Haram untuk takut
oleh Andi Sahludin pada 19 Juni 2011 jam 14:15
dan tanah dan air dan inti bumi
juga debu debu tempat kita berpijak
teriak
hidup tak guna
atau
mati untuk menjadi lebih dari sebuah arti
P E S T A (kau yang bodoh atau dia, yang jelas bukan aku, ah .)
oleh Andi Sahludin pada 18 Juni 2011 jam 18:42
suatu malam
tanpa hujan
hanya dingin
tuan kapitalis muda sedang berbaik hati
tersebab ia putuskan untuk membagikan secuil hasil rampokan harta rakyat kepada rakyat
berpidatolah sang tuan kapitalis
agitasi cap tai
anehnya rakyat sangatlah suka
ah
neraka
ah
maling teriak maling
ah
sekali berarti, sesudah itu mampus, pekik sang kapitalis
dan rakyatpun bersuka cita menyambutnya
menggemuruh
ah ..
hidup kapitalis hidup rakyat
ah
hidup kita rupanya telah terjual murah
ah
......
kadang kerinduan cukup kita ucapkan dengan keheningan ♥
oleh Andi Sahludin pada 03 Juni 2011 jam 12:45
....
......
.... .
........
........
kita pasti akan bertemu
love U so much
u n t u k m u t e m a n
oleh Andi Sahludin pada 31 Mei 2011 jam 20:22
a k a n k u t u a n g h a w a m u r n i
s a t u g e l a s p e n u h , t e n t u s a j a
u n t u k k a u m i n u m . b a r a n g k a l i b i s a m e m b u a t m u m e n j a d i b a i k h a t i d a n d i j a u h i d u s t a d u s t a
b i l a t i d a k , k a u a k a n t e w a s, p e r c a y a l a h
b u k a n k a h d u l u a k u p e r n a h b e r k a t a k e p a d a m u , k e c u l a s a n y a n g t e r p e l i h a r a , i b a r a t m u l u t b e r t a r i n g y a n g m e n g a n g a
y a n g a k a n m e m a k a n m u, d e n g a n b u a s
d a n m e n c a b i k k e h o r m a t a n m u d e n g a n g a n a s
c e p a t l a h
k a u h a r u s b u r u b u r u b e r u b a h
t e m a n
p e r c a y a l a h
t a k a d a d e n d a m s e t e l a h i t u
c e p a t l a h t e m a n ..... d e m i h i d u p i n d a h.
Perlawanan
oleh Andi Sahludin pada 24 Mei 2011 jam 5:33
K e t i k a s e m u a S e k a t a
B e r j a l a n b e r i r i n g a n k e s a t u a r a h
A k u m e n a n t a n g n y a
D e n g a n m e m i n u m s u n g a i s u n g a i k o t o r
D a n m e m u n t a h k a n n y a k e h a d a p a n M a t a h a r i
M a k a L i h a t l a h
S a a t a k u m e m b u n g k u s D U S T A
D e n g a n l a u t a n C I N T A
(dari naskah, DI KOLONG ZAMAN, 2004)
sedih sebentar, entahlah ....
oleh Andi Sahludin pada 19 Mei 2011 jam 10:21
waktu yang pernah kau sumpahkan padaku
yang kau muntahkan lewat dusta pahit
yang tak ada siapapun yang akan mengerti selain kita
terus berjalan menapaki bangkai bangkai rindu
di kota mimpi ...
jahanam menurutmu itu ialah aku
bangsat
biadap
noda
juga semua kutukan dosa dosa
adalah aku ....
aku
aku
aku
aku
yang membusuk untukmu
selalu
apapun itu
aku
kau
aku
hanya untukmu
selalu
dan diam
dan diam
dan selalu
(ah, lg melankolis saja mungkin, sebentar ; )
SELAMAT ULANG TAHUN
oleh Andi Sahludin pada 29 April 2011 jam 4:22
SELAMAT ULANG TAHUN
aku tulis mimpi mimpi
dengan huruf huruf yang tak akan pernah terbaca
dijaga tiga puluh tiga malaikat bermata api
tiap kalimatnya di segel dinding neraka
melelehkan kata kata,
meleburnya menjadi rahasia.
aku tulis konsep konsep masa lalu
dengan darah bercampur nanah
lalu menguburnya kedalam luka menganga , di kepala
kemudian ku jahid dengan urat saraf kesetiaan
hingga mengering dan aman tersimpan
menyatu ke asalnya, ke otak
agar tetap menjadi rahasia.
tak lagi ku tulis
semua yang harus ditulis
tentang rencana rencana
sebab angan angan meronta pahit
merangkak loncat tiarap sakit
di ruang sempit
selamat ulang tahun
jasad buruk , hidup busuk
selamat ulang tahun
ruh papa mangsanya tipu daya
selamat ulang tahun
luka
kegelapan
hantu hantu kutukan
diam atau pergilah
aku bosan mengulang
Selamat Ulang Tahun
untukku,
Andi Sahludin Daeng Lakida
29 04 2011tanpa dendam dan ikhlas.
aku jauh lebih punya gaya
oleh Andi Sahludin pada 12 April 2011 jam 15:24
saya suka sesuatu yang bergerak karena ia tak monoton, tidak kaku,
karena gerak menyiratkan adanya suatu kehidupan.
Monoton hanya membuat jenuh dan bisu hingga statis kosong,
sedang sesuatu yang statis tanpa isi membuat kita menjadi kering.
Saya suka lukisan sawah, tapi sawah yang melambai lambai tertiup angin, bukan tegak lurus mendiam, sebab dengan begitu hanya akan jadi santapan burung burung.
Saya suka laut,bukan laut yang tenang, tapi laut berombak menggelombang, sebab menjadi indah bermakna sebagaimana badai.
Saya suka ....................
yang jelas bukan KEPALA BATU dan KEKOLOTAN.
P E T I R . dibulan april , dengan senyum manis, tersebab si angkuh ingin jadi orang suci.
li ... ( terus untukmu leyli Alfisyah Rini )
oleh Andi Sahludin pada 12 April 2011 jam 0:01
li ...
di sini
di kamar
banyak sekali rindu menumpuk
sendu dan sepi lama tak di cuci,
berserakkan
membuat sesak
memanas pengap
m e m b e c e k i mata
andai kau lihat
bagus pula kau tak lihat
bila kau lihat
hidup akan tak menarik lagi untuk dihidupi,
tak mau aku matamu memerah
sebab kau akan dihinggapi virus sentimentil yang perlahan akan meracuni seluruh keindahan, tentangmu.
li
bukankah kita berdua sudah lama membunuh pesimisme yang kejam.
kau berkata " entahlah ....
aku bicara " resiko memang
kita berdua menggumam " hmmm ....
ah
indah memang,
li ...
disini pagi berjalan seperti biasa
namun tentunya dengan tafsir berbeda
sebab tiap orang punya cara berbeda untuk menikmati pagi
sedang aku telah terlanjur meminum ramuan embun merah mudamu
pagi ini mungkin pagi bening
jernih
dengan embun menetesi
pagi yang terbaru
dingin yang menyejukkan
sejuk menjelma bibir mungilmu yang bergumam ' hmmm ...
ditimpa hujan merintik lamban
hujanmu
bukan, ini hujanku
entahlah
yang jelas ini hujan kita ....
sangat bersahaja,
tetesannya jatuh lembut ke bumi
mencipta lentur tubuhmu
yang kulihat dalam buta, kudengar dalam tuli
dan
kembali aku dihantam rindumu
ah
rindumu rindu bidadari, semua berbisik tentang itu
bisikkan menjelma rintik rintik
menggumpali tanah
naik menguap
memerah mudakan pagi
hmmm,
li ...
dunia tempat kita bersua
ternyata tak hanya di huni kita berdua
banyak pula mahkluk serupa kita
ah ...
macam macam tingkahnya
mata yang melotot kokoh
ada juga pasukan cuek membebek tak peduli
satu, dua, sepuluh bersandiwara acuh,tapi hati mereka tajam
agak menakutkan memang
aku jauh lebih senang dengan jenis yang ada di tempatku
disitu lebih adem dan damai
tak ada batu krikil dengki
yang ada hanya puji pujian
mungil mulutmu
hangat ramahmu
bahkan angin merajuk tak bertiup
jika aku tak mendongengkan hitam indah rambutmu
ia penasaran ingin meniupinya, walau cuma satu kali.
li ...
pada suatu ketika
di tempat dimana cengkrama adalah basa basi
aku sering kesana, saat hari menjelang senja
banyak teman baik hati yang ku sebut mereka kaum tertawa
tak kukira mereka ajukan pertanyaan tentangmu
pertanyaan ajaib
seperti "
bang" Rambut hitam itu sewangi apa ?
bang" Hidung yang begitu itu sangat langka.
berapa harganya, boleh kubeli ?
bang" ya tuhan, mulut itu, mungil itu, tipis itu, bibir itu
apa benar ada di dunia ini ?
aku masih berpikir, untuk mencari jawaban atas pertanyaan pertanyaan
tapi kaum tertawa ini terlalu liar untuk menunggu,
mereka kembali bicara,
cantik ...................................................... bang !
indah ....................................................... bang !
ramah ..................................................... bang !
lembut .................................................... bang !
dia anugrah ............................................. bang !
benarkah bidadari itu bersamamu selama ini ?................. bang !!
tiba tiba seperti sedang dipotret sesuatu yang putih berkilap muncul di langit sebelah barat, disusul bunyi hentakkan yang menggelegar.
beberapa detik hening menyinggahi semua benda
angin bertiup kembali
dan hujan memboncenginya.
aku tersenyum tersebab pertanyaan pertanyaan ajaib yang aku tak mampu untuk menjawabnya telah di jawab langit.
ya
hujan
li ...
hari emas itu semakin mendekat
kukira sudah pula kau lakukan ritual keramat
lulurmu nanti tentu lulur sorga
elok tubuhmu di timung adatnya para bangsawan
sembilan bunga pusaka, mewangi taman swargaloka
empat puluh satu macam hidangan akan melengkapi keagungan
hmmm
tapi tanpa itu semua kau tetap saja kau.
pemberani yang memerah mudakan dunia
li ...
nanti
saat hari emas itu benar benar telah tiba
dengan lelaki emas pengantin emas
merubah semua menjadi emas
kuharap kau kuburkan dengan baik
merah muda itu
yang tewas terbunuh kilauan emas
tapi percayalah
aku selalu ada
hmmm ...
april merah muda
a n d i S a h l u d i n
li ... (Tetap untuk Leyli Alfisyah Rini)
oleh Andi Sahludin pada 29 Maret 2011 jam 14:38
li ...
apa yang harus kutulis ?
sementara di sebuah tempat mungil
nun jauh disana
ada pertempuran kecil
cukup membuat gaduh
tapi tak berdarah darah
perang aneh, dimana tangan kananku dijadikan salah satu senjatanya,
tapi tak berlangsung lama ,perang itu berhenti
lalu terlihat olehku
parade kemenangan
berbaris rapi
bergerak menuruni bukit kecemasan
pakaian mereka sungguh mengagumkan
zirah emas berkilau kilau
wajah wajah tengadah gagah
ada senyum sekilas
kurasa
cukuplah sudah kewibawaannya
hmmm ...................
sebentar
aku juga harus menceritakan
kepadamu
tentang surat
dari teman lama abangmu
yang dikirim lewat gelombang elektromagnetic
tadi malam
entah mengapa
kurasa berkait pula ke dirimu
katanya
dia tak pernah mengerti caraku mencintai
katanya
dia tahu ujung jalan tempatku menungguimu lewat
katanya
dia dapat merasakan debar dadaku saat aku berpapasan denganmu
..........................
aku merenung, diam
lalu bertanya
dalam hati
apa dia juga tahu tentang bagaimana caramu mencintai
ah,
bukankah itu tak mungkin ?
dia meminta
untuk tidak pingsan
sebelum tahu namamu
jangan tewas
sebelum merayumu
dia juga memperingatkanku
tentang tusukan maut bibir tipismu
dia berani menjamin
bahwa aku akan mati
terpancung kecantikanmu
dan
aku hanya akan sibuk dalam bayangan
genggaman tanganmu
tentu aku marah
bukankah namamu telah lama ngumpet di hatiku
bukankah aku tak pernah mau melakukan kenakalan semacam itu, merayumu ?
aku murka dengan semua penjelasannya tentang tubuhmu
seolah olah saja ia pernah menjamahimu
bukannya aku takut hidup dalam bayangan,
tapi kurasa teman lama ini bukan orang, tapi setan
ah
tapi sudahlah, perlu apa pula kita berdua memikirkan surat semacam itu
............................
li ...
aku melihat
brigade itu masih berbaris baris
sungguh kilau emas di mana mana
derap langkah mereka sungguh mempesona
bahkan debu debu yang berterbangan pun tersenyum gembira
seolah olah dunia menyambut suka kemenangan mereka
li....
aku melihat pasukan lain di belakangnya
lebih agung
setiap kiri kanannya
di jaga ksatria berkuda
dengan panji panji kemenangan
bergambar wajahmu
ah
apa mungkin ?
li ...
ternyata memang wajahmu
.............................
ujung maret 2011
teman lamaku itu bernama "miftah"
abangmu,
A n d i S a h l u d i n
li ... (sekali lagi untuk Leyli Alfisyah Rini )
oleh Andi Sahludin pada 26 Maret 2011 jam 12:13
aku mencarimu
di sajak sajak romantis Rendra
ah ...
begitu banyak senyummu disana
..........
berlari melewati meditasi rindu nya Micky Hidayat
amboy ...
wajahmu juga ada di sana
..........
napasku memburu
keringatku memanas deras
aku masih tak puas
............
dengan parang
kutebas belukar rasa
kutemukan keintiminan
tentangmu
dalam I Remember you nya Skid Row
hmm ...
tercium tajam olehku
anyir darah beberapa lelaki
yang hatinya terluka,
olehmu
.............
tertatih lelah
kusandarkan kalbu pada pada kata kata gibran
aneh
ternyata kau juga ada di situ
..............
li ...
hidup adalah hidup
dengan keromantisannya
dengan keritmisannya
semua bergerak ke satu arah
keyakinan
................
li ...
terekam jelas olehku
suara kebahagian masa lalu
yang kini telah serak sumbang tanpa nada
akupun pernah menyanyikannya
li ...
seseorang wanita yang mungkin kau tahu itu siapa
telah bisu dan buta
namaku telah lama di bunuhnya dari daftar daftar
aku takut
aku takut
aku takut
lalu aku berani untuk takut
li
malam nanti aku pergi menumpang kereta Romeo and Juliet
marsinisnya adalah kaisar William Shaksephire
tapi
aku takut
jangan jangan kau juga ada di sana
di ujung maret 2011
kehendak ALLAH di atas segalanya
A n d i S a h l u d i
Li ... (untuk Leylli Alfisyah Rini dan lelaki emasnya)
oleh Andi Sahludin pada 24 Maret 2011 jam 9:22
Li ...
tak seperti hidupmu
tinggal menunggu waktu
mengibaskan detik kesunyian
disini
semua berjalan terlalu lambat
tak seperti kisahmu
penuh warna warni
keindahan surga
disini
semua abu abu
tak seperti rumah
yang akan kau huni
gairah memerah cinta
disini
ah
kau tentu tahu
tak seperti dirimu
diberkahi
disini
takdir benar benar membuat jengkel
resiko memang
tak seperti taman
yang akan kau bina
bunga indah dimana mana
juga kumbang genit
disini
taman segar bermekaran
tapi belatung dan bangkai
jadi pucuk pucuknya
hmmm
li ...
tak seperti memang
lelaki bagaikan malaikat malam hari
perempuan laksana peri
saling berperang
bertempur
lalu berkongsi
menjelma putaran cakra
porosnya menjadi api
panas
membakar
namun kerinduan untuk lelakimu itu
yg sering kau ceritakan kepadaku,
akan mengusir panasnya
menciptakan kesejukkan
mendinginkan
ah , aku iri bila nanti melihat dua cincin yang sudah kau pesan kemarin, terpasang di jari manismu
tentulah terbuat dari emas bukan ?
hidup itu indah
As ( selamat hidup indah )
kasihan
oleh Andi Sahludin pada 22 Maret 2011 jam 11:34
Seorang lelaki
dekat sekali
hanya beberapa centimeter dari kita
lupa membawa cermin
untuk bersolek, untuk memuji muji kepalanya
...............
tak habis pikir
bercermin ia pada kayu
meski rupa mereot reot
matanya tetap yakin
wajah kepalanya
unik dan hebat
................
besoknya ia lakukan hal serupa
tapi kayunya tak sama
lebih lapuk dan berbau busuk
tersebab mulutnya mungkin
lebih mirip bangkai dari pada bibir
..................
akhirnya ia pandangi kayu
sebagai cermin
alangkah terkejutnya si lelaki
sebab
wajah dan kepalanya
ternyata
onggokan tai
yang memburuk
...................
hidup yang indah**
As (hihihihihihi)
mungkin sebentar lagi
oleh Andi Sahludin pada 20 Maret 2011 jam 11:30
petir menghilang
ada yang mengatakan ia sengaja sembunyi di sebuah tempat
tersebab malu kata awan berarak tadi pagi
ada pula yang bilang
ia tengah di rundung susah
tubuhnya penuh luka dan patah patah
hmmm ...
mungkin itu luka luka yg baru terasa sakitnya
ketika ia bertarung sengit melawan hujan asam pahit
mematahkan seluruh penyangga penting tulangnya
tapi sudahlah ...
khabar hanyalah kabar
cerita cuma cerita
luka tinggalah luka
petir akan kembali
dengan petak yang lebih menggelegar
bersama romantisme hujan
menggumulli awan lagi
memperanakkan badai
percayalah ...
hidup ini indah
As
telah lewat
oleh Andi Sahludin pada 15 Maret 2011 jam 20:26
BARU SAJA BULAN MARAH
lalu
awan hitam mendekat malu
disumpahinya awan
di ludahinya
...di berakinya
awan tersenyum pahit
tapi enggan mendendam
BARU SAJA BULAN MENCACI MAKI
lalu
bintang berkerumun bisu
ditamparnya bintang
dibentaknya
dikencinginya
bintang menangis sendu
membubarkan diri
kembali ke langit biru
BARU SAJA BULAN TERIAK MALU
lalu
.mulutnya yg purnama tak lagi indah
matahari
kembali memperkosanya
tadi malam
lalu
ah
maret 2011 FUCK YOU
puisi dari si miskin pada kekasihnya (yg disebabkan ia tak mampu memberikan obatnya)
oleh Andi Sahludin pada 09 Januari 2011 jam 19:39
bila kau sakit
aku............. luka
bila kau sakit
aku............. nestapa
bila kau sakit
aku............. tersia sia
bila kau sakit
aku............. di jauhi suka
bila kau sakit
aku............. berteman derita
bila kau sakit
maka aku tak pantas lagi untuk mencinta
cerialah,
menyanyilah,
menaridan terbanglah
hari esok seribu bunga menunggu harum wangimu untuk bermekaran.
bila kau sakit, aku menjerit......
kasihku
berhentilah sakit,
agar dapat kupandang lagi ,
rona merah mudamu.
yang membuat aku cinta padamu
(sungguh cinta padamu(sungguh sangat cinta) )
....dedikasi tuk hari hari rahasiaku.....
Cinta itu adalah ;
oleh Andi Sahludin pada 15 Januari 2011 jam 18:17
Apa artinya cinta ?
Seorang anak yang duduk di bangku sekolah dasar negeri milik pemerintah menjawab ;
cinta adalah sayang pancasila, hapal undang undang dasar empat lima.
Seorang lelaki berdasi merah, lantang menjawab;
cinta berarti merdeka, tanpa kemerdekaan cinta itu nihil, kosong, absurd......
Seorang penari yang lemah gemulai, pelan, menjawab lembut ;
harmonisasi antara tubuh dan jiwa adalah cinta, kelenturan kaki yang selalu mencintai langkahnya,
tanpa cinta , niscaya tubuh kaku, gerak membeku........
Seorang mahasiwa ikut ikutan menjawab;
cinta itu adalah kawan, cinta adalah kegiatan, cinta adalah pembelajaran, cinta adalah hasil akhir,
cinta adalah DEMONSTRASI !!!
Seorang pelukis dengan mata yg tajam menjawab;
cinta adalah warna warna, tanpa biru siang tak indah, tanpa putih malam akan sedih, tanpa jingga pantai merajuk,
cinta adalah warna warni yg bersilang silang......
Seorang sahabat yang kebetulan sedang duduk disampingku ikut menjawab;
cinta itu naif, tak terlihat, tak terdengar, hanya rasa yg memburu syahwat, hanya persoalan biologis,
cinta hanya tentang keberanian manusia untuk hidup berdampingan dengan makhluk sejenis....
Lalu seseorang tanpa status mengirimkan surat kepadaku, yang isinya tertulis;
cinta itu anugrah, rahmat, kedamaian,kesejahteraan, keadilan,cinta itu adalah mukzizat.
sedang aku untuk sementara waktu, menjawab;
cinta itu OMONG KOSONG !!
(di lorong sepi, berselimut kecewa yg berlapis lapis)
A N D I S A H L U D I N, bjm 15012011

Tidak ada komentar:
Posting Komentar