Senin, 31 Mei 2021

ESSAY: ILMU DUNIA : BERMANFAATKAH?


ILMU DUNIA : BERMANFAATKAH?

Hadani, S.Pd.I

 

Ketika kita bicara tentang ilmu, kita tidak bisa menafikan guru-guru kita ataupun orang-orang yang pernah mengajari kita secara langsung ataupun tidak. Karena merekalah sampai hari ini wasilah ilmu itu terus kita dapatkan dan sampai sekarang ini kita hidup dengan cahaya yang dulu mereka nyalakan di dalam relung hati kita. Merupakan suatu keniscayaan, bahwa kita harus mengakui pepatah arab yang mengatakan :

لولا مربي ما عرفت ربي

 Lau Laa Murobbii Maa ‘Aroftu Robbii

Yang maksudnya kurang lebihnya begini, kalau bukan guruku yang dengan ikhlas dan penuh kesabaran dalam membimbingku, maka aku tidak mengenal diriku, tidak mengenal jalan hidup dan makna yang lebih dalam lagi aku tidak akan mengenal Tuhanku (Allah).

 

Dalam hal ini tentu kita harus mengakui keberadaan guru kita yang mau tidak mau, mereka-mereka memiliki andil besar dalam kehidupan kita, sehingga kita sampai pada titik sekarang ini.

Dalam kalimat tersebut diatas jua menjelaskan bahwa, kita haruslah memperlakukan guru kita dengan sebaik mungkin, dengan adab yang bagus dan sepantasnya kita sebagai murid harus menjaga ikatan silaturrahmi dengan mereka, agar apa yang pernah kita dapatkan dari mereka bisa kita manfaatkan untuk kehidupan (keberkahan).

 

Ada yang mungkin secara picik berpendapat, untuk apa belajar matematika, untuk apa belajar ilmu-ilmu dunia, tidak membantu juga dengan kehidupan diakhirat nanti. Sejujurnya bukan seperti itu, stigma itu harus kita ubah bahwa sesungguhnya semua ilmu itu bermanfaat, bukan hanya sebagian ilmu saja yang bermanfaat, bukan hanya ilmu akhirat saja yang bermanfaat, cara pandang itulah yang harus kita ubah. Semisal matematika, apakah Allah mengajarkan kita matematika?, apa buktinya?. Jawabnya, ya benar Allah mengajarkan kita tentang matematika, didalam al-quran surah al-an’am ayat 160 Allah berfirman :

مَنْ جَاۤءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهٗ عَشْرُ اَمْثَالِهَا ۚوَمَنْ جَاۤءَ بِالسَّيِّئَةِ فَلَا يُجْزٰٓى اِلَّا مِثْلَهَا وَهُمْ لَا يُظْلَمُوْنَ

Artinya : Barangsiapa berbuat kebaikan mendapat balasan sepuluh kali lipat amalnya. Dan barangsiapa berbuat kejahatan dibalas seimbang dengan kejahatannya. Mereka sedikit pun tidak dirugikan (dizalimi).

Dari ayat tersebut Allah mengajarkan kepada kita 1 kebaikan dibalas 10 kebaikan (pahala). Bukankah disini Allah mengajarkan kepada kita perkalian, 1 x 10 sama dengan 10 bayangkan kalau 2 kebaikan atau 10 bahkan seratus atau malah seribu?.

 

Bahkan Rasulullah SAW melalui hadits qudsi menerangkan sebagai berikut :

Dari Abu Hurairah,  Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Allah Ta’ala berfirman: Jika hamba-Ku bertekad melakukan kejelekan, janganlah dicatat hingga ia melakukannya. Jika ia melakukan kejelekan tersebut, maka catatlah satu kejelekan yang semisal. Jika ia meninggalkan kejelekan tersebut karena-Ku, maka catatlah satu kebaikan untuknya. Jika ia bertekad melakukan satu kebaikan, maka catatlah untuknya satu kebaikan. Jika ia melakukan kebaikan tersebut, maka catatlah baginya sepuluh kebaikan yang semisal  hingga 700 kali lipat.” (HR. Bukhari no. 7062 dan Muslim no. 129).

 

Wow, nilai yang fantastis yang diberitahukan Allah kepada kita. 700 kali lipat pahala adalah balasan dari satu kebaikan. Apakah matematika tidak bermanfaat?. Ini hanya sedikit yang mungkin saya bisa bagikan kepada pembaca sekalian.

 

Saudaraku sekalian, sekali lagi coba kita renungkan, ilmu yang bermanfaat bukan hanya ilmu yang berkaitan dengan akhirat saja. Kita sepakat bahwa kita hidup di dunia ini untuk kelak kita hidup di akhirat. Namun, ketahuilah bahwa ketika kita hidup di dunia yang fana ini, tentu kita hidup memerlukan ilmu bagaimana caranya hidup di dunia ini dengan sukses. Kesuksesan kita di dunia ini akan menjadi awal bagi kita hidup sukses di akhirat kelak.

 

Ulama atau guru-guru kita sering menjelaskan bahwa kalau kita menuntut dunia (harta dll) namun tujuannya adalah sebagai bekal hidup kita di akhirat, maka itu tidaklah lagi menjadi dunia berarti manfaatnya untuk akhirat. Misalkan, kita mencari rezeki yang halal untuk anak istri kita atau keluarga kita. Maka, apa yang kita dapatkan bukan hanya berbuah untuk dunia kita saja, namun yang lebih menyenangkan adalah rezeki yang kita dapatkan itu akan menjadikan kita selamat di akhirat. Bukankah Rasulullah bersabda, yang artinya : menuntut harta (dunia) yang halal adalah kewajiban bagi seluruh orang islam.

 

Nah dengan demikian ilmu yang mermanfaat bukan  hanya soal akhirat, namun bagaimana ilmu itu menghasilkan untuk dunia kita, yang kemudian menjadi bekal kita untuk akhirat. Demikian tulisan singkat dari kami, semoga bermanfaat.

 

Nuun, wal qolami wa maa yasturuun

Demi pena dan berkarya

 

Hadani Had

 

 

ADIBINTANG

SYAIR : HIDUP NYAMAN BARARAKATAN

SYAIR : HIDUP NYAMAN BARARAKATAN Hadani Had Biar haja kita ngini babida-bida Suku, agama wan bahasa babida Tagal kita harus rukun nang ada K...

POPULER